PENINGKATAN PRODUKSI ITIK PEDAGING (PERSILANGAN MENTOG DENGAN ITIK)

Rp64.000

Description

Penulis: Fitriani

vi + 90.

15,5 x 23

Produksi itik pedaging di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber protein hewani yang terjangkau dan bernilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitas itik lokal masih menghadapi kendala seperti pertumbuhan yang lambat, efisiensi pakan yang rendah, dan kualitas karkas yang belum optimal. Salah satu solusi strategis untuk meningkatkan performa produksi itik pedaging adalah melalui program persilangan antara itik lokal dengan mentog (Cairina moschata), yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat, konversi pakan efisien, dan kualitas daging yang baik.

Persilangan antara mentog jantan dan itik betina menghasilkan keturunan yang dikenal sebagai itik hibrida atau mule duck. Itik hasil persilangan ini mewarisi keunggulan dari kedua induknya: kecepatan pertumbuhan dan ukuran badan besar dari mentog, serta kemampuan bertelur dan adaptasi lingkungan dari itik lokal. Keturunan hibrida ini menunjukkan performa pedaging yang lebih unggul dibandingkan itik lokal murni, dengan masa panen yang lebih pendek dan bobot akhir yang lebih tinggi.

Program pengembangan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi peternak rakyat. Namun, karena mule duck bersifat mandul, pengembangannya memerlukan sistem pemeliharaan dan pembibitan yang berkelanjutan dengan manajemen reproduksi yang baik.