Description
Penulis: Ceba Muhammad Ar-rasyid
viii + 139.
14 x 20
Apa kau percaya, kita adalah pasangan yang telah semesta takdirkan? Dan warung Pak D menjadi altar untuk melangsungkan akad. Lalu, kita membacakan janji suci melalui tatapan mata. Dan aku mengira semua itu akan berlaku selamanya. Sampai ketika hujan menyadarkanku bahwa cinta tidak semudah berandai. Rebasnya cukup untuk membuatku menjadi berantakan. Di seberang lebat hujan, aku menyaksikan engkau berteduh dalam sandaran orang lain. Ikatan yang kukira istimewa perlahan tenggelam seiring rintik berjatuhan. Lalu aku kuyup dalam mempertahankan apa yang menurutku milikku. Meski berkubang lara, alih-alih berteduh, aku bertahan melewati derasnya. Sejak saat itu, aku mencintai hujan. Walau ia menjadikanku sakit, setidaknya ia berhasil menyamarkan luka yang kusampaikan melalui air mata.










