QUANTUM SHADOW: INTELIJEN DAN PERANG DI ERA MULTIPOLAR

Rp75.800

Description

Penulis: Relycia Solihin, S.Sos., M.Han., dkk

viii + 200.

14,8 x 21

Quantum Shadow: Intelijen dan Perang di Era Multipolar adalah refleksi strategis tentang wajah baru peperangan modern perang yang tidak selalu meletus dengan dentuman senjata, tetapi bergerak senyap di balik data, algoritma, dan keputusan yang diambil dalam hitungan mikrodetik. Buku ini mengajak pembaca memasuki ruang bayangan kekuasaan, tempat intelijen tidak lagi sekadar alat pendukung negara, melainkan menjadi pusat gravitasi kemenangan dan kekalahan.
Dalam dunia multipolar yang sarat ketidakpastian, kekuatan tidak lagi diukur semata dari jumlah pasukan atau kecanggihan alutsista konvensional. Keunggulan sejati lahir dari kemampuan menguasai informasi, mengamankan komunikasi, dan memprediksi niat lawan sebelum konflik tampak di permukaan. Di sinilah quantum shadow hadir sebagai metafora strategis: kekuatan tak kasatmata yang bekerja dalam dimensi kuantum, kecerdasan buatan, dan perang informasi lintas domain.
Buku ini menelusuri evolusi intelijen dari era klasik hingga era kuantum, ketika spionase manusia berpadu dengan komputasi ekstrem, sensor canggih, dan analisis prediktif. Dengan pendekatan filosofis-militer, pembaca diajak memahami bahwa perang modern bukan lagi soal siapa yang menyerang lebih dulu, tetapi siapa yang lebih dulu mengetahui. Pengetahuan menjadi senjata, kecepatan analisis menjadi perisai, dan kerahasiaan data menjadi garis pertahanan terakhir negara.
Lebih dari sekadar kajian teknologis, Quantum Shadow mengupas dilema etika, hukum, dan kebijakan yang menyertai kebangkitan intelijen kuantum. Di tengah perlombaan senjata tak terlihat dan konflik abu-abu yang kian intens, buku ini menempatkan Indonesia dalam lanskap global sebagai negara yang harus memilih: menjadi subjek strategis yang adaptif, atau objek pasif dari perubahan zaman.
Buku ini ditujukan bagi akademisi, praktisi pertahanan, perwira militer, analis intelijen, dan pembuat kebijakan yang ingin memahami masa depan perang. Sebab dalam perang abad ke-21, kemenangan sering ditentukan jauh sebelum medan tempur dibuka di dalam bayang-bayang kuantum yang sunyi, tetapi menentukan.