Description
Tim Penulis: Eva Dianawati Wasliman, dkk
vi + 249.
14,8 x 21
Apa jadinya jika supervisi tak lagi menakutkan, melainkan menjadi ruang aman untuk tumbuh bersama?
Buku ini menghadirkan kisah nyata dari ruang-ruang pendidikan yang jauh dari kesan formalitas, namun justru penuh rasa, keberanian, dan transformasi. Kisah-kisah yang ditulis dengan jujur oleh para guru, kepala sekolah, dan pengawas ini memperlihatkan sisi lain dari supervisi: bukan sekadar menilai, tapi menemani dan menghidupkan.
Kita diajak menyelami pengalaman Bu Eva, dosen sekaligus pembimbing mahasiswa praktik lapangan, menuliskan kisah indah di balik ruang kelas sejarah. Ia menyaksikan bagaimana seorang calon guru mampu menghidupkan IPS melalui media komik buatan siswa. Di matanya, supervisi bukan sekadar observasi teknis, melainkan panggung kemanusiaan yang menghadirkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan melalui cerita Ratu Shima.
Bu Ima, seorang guru SMP yang merasa gugup saat pertama kali disupervisi. Namun lewat dialog yang hangat dan penuh empati, ia perlahan bangkit. Supervisi bukan lagi momen yang ditakuti, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Cerita Bu Evie, kepala sekolah yang bertransformasi menjadi pengawas, memperlihatkan bagaimana supervisi bisa dibangun dengan dialog, bukan tekanan. Pak Ana, guru senior yang bertugas mensupervisi rekan sejawat, menunjukkan bahwa pendekatan personal dan reflektif jauh lebih berarti daripada penilaian angka. Dari rasa gugup seorang guru muda, tumbuhlah kepercayaan diri, hingga akhirnya guru tersebut tampil dengan percaya diri dan senyuman yang tulus.










