Description
Penulis:
Dr. H. Sopidi, MA
Wahyono, M.Pd
xii + 123.
14,8 x 21
Buku Sinergi Lintas Sektor untuk Edukasi Perubahan Iklim mengulas tantangan krisis iklim yang telah menjadi kenyataan nyata di Kabupaten Cirebon. Wilayah ini menghadapi dampak langsung berupa banjir rob, anomali cuaca yang meresahkan petani, dan berbagai tantangan lingkungan lainnya.
Penulis mengidentifikasi dua masalah mendasar: pertama, adanya kesenjangan literasi iklim yang signifikan di masyarakat, di mana sebuah survei menunjukkan hanya 28% yang memahami mitigasi perubahan iklim; dan kedua, respons terhadap krisis ini sering kali berjalan sendiri-sendiri dalam silo-silo terpisah antara pemerintah, akademisi, dan komunitas.
Sebagai solusi, buku ini menawarkan sebuah model kolaborasi konkret, yaitu Implementasi Model Hepta Helix. Model ini dirancang untuk menjembatani silo-silo tersebut dengan menyatukan tujuh kekuatan utama: Pemerintah, Akademisi, Komunitas (Masyarakat Sipil), Pelaku Usaha, Tokoh Masyarakat/Agama, Media, dan Sektor Keuangan.
Buku ini bukan sekadar teori, melainkan hasil sintesis dari proses co-creation yang melibatkan para pemangku kepentingan nyata di Cirebon melalui diskusi mendalam (FGD) dan pemetaan aset. Dengan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), buku ini menggeser fokus dari mentalitas kekurangan (mengeluhkan masalah) menjadi mentalitas aset (memetakan kekuatan) yang sudah ada di komunitas.
Hasilnya adalah sebuah peta jalan aksi yang koheren, yang merajut berbagai aset seperti semangat komunitas pemuda, kapasitas riset akademisi, dan komitmen birokrasi untuk penguatan kapasitas berbasis komunitas.
Buku ini menguraikan prototipe program yang lahir dari sinergi tersebut, seperti program biopori hingga pengembangan Tafsir Ayat Lingkungan untuk disebarkan melalui mimbar Jumat. Pada intinya, buku ini berfungsi sebagai manual praktis yang diharapkan dapat direplikasi di daerah lain untuk membangun ketahanan iklim melalui sinergi sosial dan edukasi.










