Description
Penulis: Prof. Dr. Drs. Avelinus Lefaan, BA, M.S., dkk
x + 176.
15,5 x 23
Masyarakat manusia tidak hidup dalam ruang hampa, melainkan menempati ruang fisik yang membentuk pola interaksi mereka, baik di wilayah perdesaan (rural) maupun perkotaan (urban). Buku ajar ini hadir sebagai referensi strategis yang menjembatani pemahaman teoritis mengenai struktur sosial dengan realitas empiris pembangunan wilayah yang terus mengalami transformasi.
Secara sistematis, buku ini membedah transisi masyarakat mulai dari landasan teori klasik—seperti dikotomi Gemeinschaft dan Gesellschaft dari Tönnies, Solidaritas Mekanik dan Organik dari Durkheim, hingga Rasionalitas Weber—untuk memahami bagaimana ikatan sosial berubah dari tradisional menuju modern . Pembahasan bergerak mendalam mengenai karakteristik sosiologis desa yang berbasis agraris dan tanah, menuju kompleksitas urbanisme kota yang diwarnai oleh heterogenitas, anonimitas, dan gaya hidup yang impersonal.
Tidak hanya membahas perbedaan, buku ini juga mengupas keterkaitan erat antara desa dan kota melalui isu-isu krusial seperti dinamika migrasi dan mobilitas sosial, transformasi ekonomi dari sektor formal ke informal, serta tata kelola pemerintahan (governance) dari level Pilkades hingga Smart City. Penulis juga mengangkat isu-isu kontemporer yang relevan dengan konteks Indonesia, termasuk fenomena “Desakota” dan konflik agraria di wilayah pinggiran (fringe), ketimpangan akses kesehatan dan pendidikan, serta perspektif kritis mengenai ekologi politik, keadilan lingkungan, dan isu gender.
Dilengkapi dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), rangkuman, dan latihan soal berbasis studi kasus pada setiap babnya, buku ini dirancang untuk membantu mahasiswa dan akademisi merumuskan analisis kebijakan yang tajam, menghindari bias perkotaan (urban bias), serta memahami kompleksitas masalah sosial seperti kemiskinan struktural dan segregasi spasial secara komprehensif.










