SUPPLY CHAIN 5.0: INTEGRASI MANUSIA, TEKNOLOGI, DAN KEBERLANJUTAN DI ERA DIGITAL

Rp72.000

Description

Penulis: Dr. Nurdiansyah, S.M., M.M., C.PM., C.HRM., Ph.D. (Cand.)
Ir. Muhammad Faisal, S.Si., M.T., Ph.D., IPM

viii + 162.

15,5 x 23

Dunia bisnis global tengah mengalami pergeseran besar bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana manusia dan mesin dapat berkolaborasi untuk menciptakan sistem yang lebih cerdas, tangguh, dan bermakna. Buku ini mengupas secara komprehensif evolusi rantai pasokan dari era konvensional hingga tahap paling mutakhirnya: Supply Chain 5.0. Dimulai dari perjalanan panjang manajemen rantai pasokan sejak era logistik tradisional tahun 1960-an hingga revolusi digital masa kini, buku ini menguraikan bagaimana Supply Chain 1.0 yang serba manual bertransformasi menjadi Supply Chain 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat kolaborasi bersama teknologi. Berbeda dari Supply Chain 4.0 yang berfokus pada otomatisasi penuh, Supply Chain 5.0 menegaskan bahwa efisiensi teknologi dan nilai kemanusiaan bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi.
Buku ini membahas secara mendalam komponen-komponen utama rantai pasokan modern mulai dari pemasok, produsen, distributor, pengecer, hingga konsumen serta bagaimana arus informasi dan keuangan menjadi tulang punggung sistem yang terintegrasi. Pembaca juga diajak memahami teori-teori klasik yang menjadi fondasi SCM, termasuk fenomena Bullwhip Effect dan dampaknya terhadap stabilitas rantai pasokan global. Buku ini juga mengupas tantangan nyata yang dihadapi perusahaan di era global: perbedaan regulasi antarnegara, fluktuasi nilai tukar, risiko geopolitik, pandemi, hingga kompleksitas transportasi lintas benua. Di tengah semua tantangan itu, teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data analytics, dan blockchain hadir sebagai solusi pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.
Sebagai visi ke depan, buku ini menawarkan roadmap transformasi Supply Chain 5.0 yang mencakup lima tahap: kesadaran digital, integrasi sistem, otomatisasi proses, kolaborasi manusia-teknologi, hingga keberlanjutan (sustainability). Pendekatan ini menegaskan bahwa kemajuan industri tidak boleh mengabaikan etika dan tanggung jawab sosial setiap proses dalam rantai pasokan harus memberikan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan. Buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi bisnis, dan pengambil kebijakan yang ingin memahami masa depan manajemen rantai pasokan di tengah disrupsi digital dan tuntutan keberlanjutan global.