Description
Penulis: Angginak Sepi Wanimbo
viii + 162.
15,5 x 23
Tanah adalah rumah kami mama kami yang melahirkan membersarkan dan menghidupkan kami manusia sehingga buku yang berjudul “Tanah Kami, Masa Depan Kami” (Seruan Untuk Melindungi Hak Tanah Papua).Saya melihat dan membaca fenomena penjualan tanah yang marak terjadi di Tanah Papua sehingga seruan ini sebagai pesan moral kepada orang Papua agar stop menjual beli Tanah di Papua tetapi selamatkan tanah dan menjaga tanah sebagai Ibu “Mama” Kita.
“Sejengkal tanah pun kami tidak akan memberikan kepada perusahaan. saya sudah berkomitmen dan tekad, sampai titik darah penghabisan saya akan mempertahankan hak kami”.
Nenek moyang kami tidak pernah titip uang di bank, tapi mereka titipkan Tanah dan Hutan sebagai harga berharga seumur hidup untuk kami ada di tanah dan di Hutan bukan di bank. Tanah dan Hutan adalah aset dan masa depan kami (Vincen Kwinpalo Kepala Suku Marga Kwinpalo).
Hay masyarakat Papua hidup bukan dari hasil jual tanah tetapi hidup dari hasil olah tanah ko jual tanah ko jual generasi, kalau dusun sagu hilang ko makan kelapa sawit kah/ kalau dusun berkebun hilang ko mau tau tanam padi kah. (Mgr. John Philip Saklil).
Tanah Jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku. Tanah tidak boleh dijual secara permanen. Sebab sesungguhnya, tanah itu adalah pemilik-Ku. Kamu semua hanyalah orang asing dan pendatang yang tinggal di tanah-ku (Imamat 25 :23)










