Description
Tim penulis: Sulastry Pakpahan, dkk
vi + 59.
15,5 x 23
Pemberian ASI eksklusif merupakan intervensi penting dalam mengurangi angka kematian bayi dan mengatasi masalah terkait status gizi. Memanfaatkan laktagog adalah salah satu pendekatan untuk meningkatkan sekresi dan produksi ASI, salah satunya Daun torbangun (Coleus amboinicus l.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teh herbal daun torbangun terhadap durasi dan frekuensi menyusui ASI di Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini melibatkan sampel 64 peserta yang memenuhi kriteria inklusi, dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Chi-Square dan One-Way ANOVA pada taraf signifikansi α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (p-value 0,01<0,05) dan riwayat inisiasi menyusu dini (IMD) (p-value 0,08<0,05) berhubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dikaitkan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif sebesar 3,7 kali lipat, sedangkan IMD meningkatkan peluang sebesar 4,19 kali lipat. Hasil One Way ANOVA menunjukkan bahwa durasi dan frekuensi menyusui lebih tinggi dan signifikan pada ibu yang menggunakan teh herbal daun torbangun dibandingkan dengan ibu yang tidak menggunakan teh herbal (p<0,05). Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain: 1) Meningkatkan kesadaran ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif dan pemanfaatan tanaman herbal torbangun untuk mendukung produksi ASI. 2) Mendorong keterlibatan aktif tenaga kesehatan dalam menyebarkan informasi tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemanfaatan tanaman herbal torbangun sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI dan mendukung keberhasilan ASI eksklusif










