TRADISI MANDARE UWEI: Retorika Spiritual Ekofeminis dan Interreligius Perempuan Dayak (Menganyam Harmoni antara Manusia, Alam dan Pencipta)

Rp63.300

Description

Penulis: Yamowa’a Bate’e, dkk

vi + 77.

15,5 x 23

Buku ini mengungkap tradisi Mandare Uwei sebagai sebuah retorika spiritual ekofeminis dan interreligius yang khas dari perempuan Dayak. Dalam tradisi ini, perempuan berperan sebagai juru bicara spiritualitas ekologis – mengekspresikan cinta pada alam dengan merujuk pada kebijaksanaan leluhur, tanpa terikat oleh sekat-sekat agama formal.
Kolaborasi antara perempuan dari beragam latar belakang agama dengan laki-laki dalam merawat alam dan memelihara tradisi tidak hanya didorong oleh kepentingan ekonomi, melainkan juga sebuah retorika spiritual lintas iman. Melalui kegiatan Mandare Uwei yang dilakukan sehari-hari, perempuan Dayak mengekspresikan identitas dan spiritualitasnya, sekaligus mengkomunikasikan nila-nilai kearifan lokal seperti keadilan, kebersamaan, dan keselarasan dengan alam semesta.
Secara simbolik, tradisi Mandare Uwei adalah pernyataan perlawanan terhadap keserakahan dan kerusakan alam, sekaligus seruan untuk hidup dalam kebersamaan di tengah-tengah keberagaman. Perempuan Dayak melawan bukan dengan kata-kata tetapi dalam aksi ekologis dan kolaboratif nyata dengan semua ciptaan dalam kesetaraan. Tradisi Mandare Uwei menegaskan bahwa menjaga alam adalah sama dengan menjaga identitas, membangun spiritualitas, dan memelihara warisan leluhur demi keberlanjutan budaya Dayak – sebagai sebuah upaya terus-menerus untuk merajut harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.