Description
Penulis: Angginak Sepi Winambo
xxii + 168.
15,5 x 23
Papua Bukan Tanah Kosong Papua sejak Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya lalu menciptakan manusia sesuai gambar dan rupa-Nya sendiri tempatkan wilayah masing – masing sesuai bahasa, kebudayaan sosial adat – istiadat bagi saudara – saudari nusantara Tuhan tetapkan di Pulau Jawa, Makasar, Surabaya, Sumatera, Kalimantan dan sekitarnya disana tetapi bagi Penduduk Orang Asli Papua. Tuhan Allah tetapkan untuk hidup berkarya, beranak dan berkembang biak di Pulau Papua dari Sorong – Merauke. Gembala Dr. Socratez Yofyan Yoman, MA
Tanah dan Budaya lokal di Papua dapat terancam punah oleh budaya transmigrasi, budaya asli dapat mengalami perubahan dalam ritualnya. Persaingan dalam berwirausaha atau mencari pekerjaan semakin besar. Orang Papua akan diterjang kepinggiran dan mereka akan menangisi kebudayaannya. Orang Papua akan tercabut dari akar budayaanya. Demikian pula orang Papua terputus hubungan dengan leluhurnya, hutannya, sungainya. Bagi orang Papua, hutan sebagai sumber kehidupan, lambing kemartabatan, lambing harga diri, lambing keagungan ciptaan Tuhan. Hutan, gunung, sungai, bagi orang Papua sebagai humanitatemglorificamus, sebagai lambing kemuliaan, memuliakan kemanusiaan Papua. (Ben Senang Galus, 2025)
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan”. (Yohanes 10 : 10).










