5 DISIPLIN NAVIGASI KONFLIK Panduan Strategis-Praktis Menjaga Arah Organisasi

Rp75.300

Description

Penulis: Bondan Pandit Ardi

x + 193.

14,8 x 21

Konflik sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang harus dihindari. Padahal dalam organisasi yang hidup, bertumbuh, dan terus berubah, konflik justru tidak terhindarkan. Ia hadir di ruang rapat direksi, di lantai operasional, dalam hubungan antar fungsi, antar generasi, antar pemegang saham, bahkan di dalam diri seorang pemimpin sendiri.

Buku ini mengajak pembaca melihat konflik dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sebagai benturan kepentingan atau emosi, tetapi sebagai bagian alami dari dinamika organisasi yang harus dinavigasi dengan matang, sadar, dan terstruktur.

Melalui berbagai kasus nyata dan refleksi kepemimpinan yang tajam, buku ini membahas beragam konflik yang umum muncul dalam dunia bisnis dan organisasi, seperti konflik pertumbuhan dan skala, konflik pusat dan cabang, konflik antar fungsi, konflik dewan direksi, konflik budaya dan transformasi, konflik generasi, stagnasi organisasi, hingga konflik suksesi dan kepemilikan.

Di dalamnya, pembaca diperkenalkan pada kerangka praktis 5 Disiplin Navigasi Konflik:
1. Pemetaan Medan Konflik
2. Penataan Peran, Wewenang, dan Insentif
3. Orkestrasi Pertentangan yang Produktif
4. Penetapan Prinsip dan Hak Keputusan
5. Pengawalan Arah dan Akuntabilitas

Pendekatan ini membantu pemimpin dan organisasi memahami bahwa konflik yang tidak dikelola dengan baik akan menguras energi dan mengaburkan arah, namun konflik yang dinavigasi dengan tepat justru dapat menjadi sumber klarifikasi, pembelajaran, kedewasaan, dan pertumbuhan jangka panjang.

Ditulis dengan gaya yang reflektif, praktis, dan dekat dengan realitas organisasi modern, buku ini relevan bagi pemimpin bisnis, profesional, entrepreneur, praktisi HR, konsultan, maupun siapa saja yang ingin membangun organisasi yang sehat tanpa terjebak pada harmoni semu maupun pertentangan yang destruktif.

Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan tentang menghilangkan konflik, melainkan menjaga arah organisasi tetap utuh di tengah tarik-menarik kepentingan, tekanan, ego, dan perubahan.