Description
Tim Penulis: Dr. H.Ahmad Sukandar, M.M.Pd, dkk
viii + 112.
15,5 x 23
Kita berada di ambang era baru peradaban, di mana batas antara realitas fisik dan maya semakin kabur (blurred boundary). Era ini menuntut lebih dari sekadar adaptasi; ia menuntut transformasi fundamental dalam cara kita mengelola gerakan keagamaan dan kemasyarakatan. Dalam konteks inilah, kehadiran buku berjudul “Hibriditas Gerakan: Transformasi Digital Aswaja dan Blue Print Moderasi Berbasis Evidence-Based Policy” menjadi sebuah milestone intelektual yang sangat krusial.
Jika buku-buku terdahulu dalam seri ini banyak membedah akar sejarah, filosofi, dan dialektika sosial, maka buku kelima ini hadir sebagai sebuah peta jalan (roadmap) teknokratis untuk masa depan. Penulis dengan berani mengajukan gagasan tentang “Hibriditas Gerakan”—sebuah konsep di mana metode dakwah konvensional (tatap muka, talaqqi, sorogan) tidak ditinggalkan, melainkan disenyawakan dengan infrastruktur digital yang canggih. Hibriditas bukan sekadar “pindah ke Zoom” atau “membuat website”, melainkan menciptakan ekosistem di mana otoritas keagamaan tradisional pesantren dapat teramplifikasi oleh teknologi tanpa kehilangan sakralitasnya.










