Description
Penulis: Willem Frans Ansanay
vi + 240.
15,5 x 23
Di tengah derasnya perubahan zaman, gereja dan para pelayan Tuhan diperhadapkan pada tantangan besar untuk tetap setia pada panggilan Kristus sekaligus relevan dalam menjangkau generasi masa kini. Dunia yang terus berubah menuntut hadirnya pelayanan yang bukan hanya aktif, tetapi juga kreatif, berdampak, dan berakar kuat pada kebenaran Firman Tuhan. Buku “Hubungan Tanggung Jawab Penginjilan dan Kreativitas Belajar Firman Tuhan dengan Kinerja Pelayanan” lahir dari pergumulan nyata terhadap kebutuhan gereja masa kini akan pelayan-pelayan yang memiliki kesadaran penginjilan, kecintaan mendalam terhadap Firman Tuhan, serta kualitas pelayanan yang mampu menghadirkan transformasi bagi kehidupan jemaat. Melalui pembahasan yang mendalam, buku ini menolong pembaca memahami bahwa penginjilan bukan sekadar program gereja, kreativitas bukan sekadar metode, dan pelayanan bukan sekadar aktivitas rutin. Ketiganya adalah satu kesatuan yang saling menguatkan dalam membangun pelayanan yang hidup dan berdaya guna. Ditulis dengan pendekatan teologis, praktis, dan kontekstual, buku ini menjadi sahabat belajar bagi mahasiswa teologi, guru Pendidikan Agama Kristen, pelayan gereja, dan setiap orang percaya yang rindu bertumbuh dalam panggilan pelayanan.
Buku ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan, dihidupi, dan diwujudkan dalam pelayanan nyata demi kemuliaan nama Tuhan.
TENTANG PENULIS
Willem Frans Ansanay, S.Pd., S.H., M.Pd. adalah seorang pendidik, pelayan Tuhan, dan pemimpin yang mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan pendidikan, pelayanan gereja, dan pembangunan generasi yang berakar pada iman Kristen. Lahir di Numfor, 19 Juni 1963, beliau dibesarkan dalam kesederhanaan yang membentuk keteguhan karakter, semangat pengabdian, dan keyakinan bahwa setiap langkah kehidupan adalah bagian dari rancangan Tuhan yang penuh makna. Dari tanah Papua, beliau melangkah dengan iman untuk mengabdikan dirinya bagi pekerjaan Tuhan melalui dunia pendidikan dan pelayanan gerejawi. Dalam perjalanan hidupnya, ia dipercaya memegang berbagai tanggung jawab strategis, antara lain sebagai Pendiri Sinode Gereja Kasih Setia Indonesia (GKSI) dan juga menjadi salah satu pendiri dari Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) serta sebagai Ketua Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta (STTIJA). Melalui peran ini, ia tidak hanya melayani dalam bidang teologi dan pendidikan, tetapi juga terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan pelayanan gereja secara luas. Melalui tanggung jawab tersebut, beliau terus berupaya menghadirkan kepemimpinan yang berlandaskan integritas, hikmat, dan semangat pelayanan yang tulus. Selain aktif dalam dunia pendidikan teologi dan pelayanan gereja, beliau juga menekuni bidang usaha dengan keyakinan bahwa setiap profesi dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Bagi beliau, bekerja, memimpin, dan melayani merupakan bagian dari ibadah yang harus dijalani dengan kesungguhan dan tanggung jawab. Sebagai seorang putra Papua, Willem Frans Ansanay memegang teguh keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk dipakai Tuhan secara besar. Dengan ketekunan, iman, dan semangat belajar yang terus menyala, beliau terus berkarya untuk memperlengkapi gereja dan generasi muda melalui tulisan, pengajaran, dan pelayanan. Melalui setiap karya yang dihasilkan, beliau rindu meninggalkan warisan iman yang dapat menginspirasi banyak orang untuk hidup setia dalam panggilan Tuhan, melayani dengan kasih, serta menjadi terang yang membawa dampak bagi gereja, bangsa, dan kemuliaan nama Kristus.










