Description
Penulis: Willem Frans Ansanay
x + 164.
15,5 x 23
A. DESKRIPSI BUKU
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, di mana kepemimpinan sering kali diukur dari kuasa, pencapaian, dan popularitas, hadir sebuah pertanyaan mendasar: masih adakah ruang bagi kepemimpinan yang lahir dari hati? Di tengah kompleksitas zaman digital, krisis moral, lunturnya keteladanan, dan semakin kuatnya budaya individualisme, dunia sedang merindukan pemimpin-pemimpin yang bukan hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga bijaksana dalam bertindak; bukan hanya kuat dalam mengambil keputusan, tetapi juga lembut dalam merangkul manusia. Kepemimpinan dengan Hati hadir sebagai refleksi mendalam sekaligus panggilan profetis bagi setiap orang yang percaya bahwa kepemimpinan sejati tidak dibangun di atas ambisi pribadi, melainkan di atas kasih, integritas, kerendahan hati, dan keberanian melayani. Buku ini mengajak pembaca menelusuri hakikat kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas yang kokoh. Melalui pembahasan yang sistematis, akademik, dan reflektif, buku ini mengupas berbagai dimensi penting kepemimpinan, mulai dari hakikat kepemimpinan dengan hati, landasan filosofis dan teologis, pembentukan karakter pemimpin, kecerdasan emosional, kepemimpinan spiritual, implementasinya dalam keluarga, pendidikan, organisasi, dan gereja, hingga tantangan kepemimpinan di era digital dan disrupsi. Buku ini juga membahas bagaimana seorang pemimpin menghadapi krisis, tekanan, kegagalan, serta bagaimana membangun ketahanan dan melahirkan generasi pemimpin masa depan melalui pendidikan, mentoring, dan regenerasi yang sehat. Seluruh pembahasan diperkaya dengan contoh tokoh-tokoh dunia, refleksi Alkitabiah, kajian akademik, dan pendekatan praktis yang relevan dengan realitas masa kini. Lebih dari sekadar buku teori kepemimpinan, Kepemimpinan dengan Hati adalah undangan bagi setiap pembaca untuk merenungkan kembali panggilan hidupnya sebagai pemimpin. Buku ini menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukanlah tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan seberapa dalam ia mengasihi, melayani, dan memberi dampak bagi kehidupan orang lain. Ditulis dengan pendekatan yang memadukan kajian akademik, refleksi spiritual, dan pengalaman hidup, buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, dosen, pendidik, pemimpin gereja, pelayan Tuhan, orang tua, pemimpin organisasi, dan siapa saja yang rindu membangun kepemimpinan yang tidak hanya efektif, tetapi juga memulihkan dan memberi kehidupan. Sebab pada akhirnya, dunia tidak hanya membutuhkan pemimpin yang pandai berbicara dan hebat mengatur, melainkan pemimpin yang berani memimpin dari hati—membangun manusia, menyalakan harapan, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam setiap ruang kehidupan.
B. TENTANG PENULIS
Willem Frans Ansanay, S.Pd., S.H., M.Pd. adalah seorang hamba Tuhan, pendidik, pemimpin, dan pembelajar sepanjang hayat yang mendedikasikan hidupnya bagi pelayanan, pendidikan, dan pembangunan generasi. Lahir di Numfor, 19 Juni 1963, beliau adalah putra asli Papua yang tumbuh dari kesederhanaan tanah kelahirannya dengan keyakinan bahwa setiap kehidupan memiliki maksud ilahi yang telah dirancang Tuhan sejak semula. Berangkat dari sebuah mimpi sederhana sebagai anak desa yang percaya kepada penyertaan Tuhan, Willem Frans Ansanay menapaki perjalanan hidupnya dengan iman, ketekunan, kerja keras, dan kesetiaan dalam menjalani setiap proses kehidupan. Baginya, keberhasilan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi sesama, gereja, bangsa, dan kemuliaan nama Tuhan. Dalam perjalanan pelayanannya, beliau dipercaya memegang berbagai tanggung jawab strategis, antara lain sebagai Pendiri Sinode Gereja Kasih Setia Indonesia (GKSI), salah satu pendiri Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), serta sebagai Ketua Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta (STTIJA). Dalam setiap tanggung jawab tersebut, beliau memandang kepemimpinan bukan sebagai simbol kehormatan, melainkan sebagai panggilan pelayanan yang harus dijalankan dengan integritas, kerendahan hati, dan hati yang tulus. Selain aktif dalam pelayanan gerejawi dan dunia pendidikan teologi, beliau juga menekuni bidang kewirausahaan sebagai bagian dari panggilan hidup untuk menjadi berkat dalam berbagai sektor kehidupan. Beliau percaya bahwa setiap ruang kehidupan adalah ladang pelayanan, dan setiap kesempatan adalah sarana untuk menyatakan kasih Tuhan melalui karya nyata. Sebagai seorang pendidik dan pemimpin, Willem Frans Ansanay memiliki kerinduan besar untuk melihat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, matang secara karakter, dan siap memimpin dengan hati. Kerinduan inilah yang melahirkan berbagai karya pemikiran dan pengabdian yang berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya. Buku Kepemimpinan dengan Hati lahir dari pergumulan, pengalaman, refleksi, dan keyakinan mendalam bahwa dunia sedang membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memimpin bukan karena haus kuasa, melainkan karena digerakkan oleh kasih. Melalui buku ini, beliau ingin menyampaikan pesan bahwa kepemimpinan sejati tidak ditentukan oleh besarnya jabatan, tetapi oleh luasnya hati dalam melayani. Bagi beliau, hidup yang bermakna adalah hidup yang dipersembahkan sepenuhnya kepada Tuhan—hidup yang bersedia dibentuk, diproses, dan dipakai untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Dari tanah Papua hingga ruang-ruang pelayanan dan pendidikan, perjalanan hidupnya menjadi kesaksian bahwa Tuhan sanggup memakai siapa saja yang setia melangkah dalam panggilan-Nya. Melalui karya, pelayanan, dan keteladanannya, Willem Frans Ansanay terus menghadirkan pesan sederhana namun mendalam: pemimpin yang besar bukanlah mereka yang paling berkuasa, melainkan mereka yang paling setia melayani dengan hati.










