Description
Penulis: Dr. Evi Susilawati, S.Pd., M.Pd.
vi + 107.
15,5 x 23
Penyelenggaraan pendidikan pada situasi darurat dan pascabencana menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi psikososial peserta didik, hingga lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Dalam kondisi tersebut, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sekolah dan tenaga pendidik, tetapi juga sangat bergantung pada kekuatan koordinasi sosial dan komunikasi komunitas yang terbangun di tingkat desa. Oleh karena itu, diperlukan suatu model koordinasi sosial yang jelas, partisipatif, dan berbasis kesepakatan bersama agar seluruh unsur masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung keberlangsungan pendidikan. Bencana alam tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus keberlangsungan pendidikan anak. Buku ajar ini menawarkan model koordinasi sosial dan komunikasi komunitas yang partisipatif, berbasis kesepakatan bersama, dan berakar pada kearifan lokal desa. Buku ini membahas konsep sekolah darurat pascabencana, Buku ini ajar ini membagun paradigma bagi pembeca mellaui teori koordinasi sosial, komunikasi komunitas, hingga peran musyawarah sebagai fondasi pengambilan keputusan kolektif. Badan Kemakmuran Masjid (BKM) diposisikan sebagai aktor strategis yang menjembatani sekolah, orang tua, relawan, dan pemerintah desa dalam sistem koordinasi yang adaptif dan berkelanjutan. Buku ini layak dimiliki oleh pendidik, pengelola BKM, dan aparatur desa,










