PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI ERA KECERDASAN ARTIFISIAL: MODEL HUMAN-AI COLLABORATIVE MATHEMATICAL INQUIRY

Rp87.700

Description

Penulis: Ihsanudin, dkk

xii + 327.

15,5 x 23

Kehadiran AI dalam ruang belajar memberi peluang besar bagi mahasiswa untuk memperoleh penjelasan, contoh, umpan balik, dan representasi alternatif secara cepat. Namun, peluang tersebut juga membawa risiko yang tidak kecil. Jawaban AI dapat tampak meyakinkan, tetapi belum tentu benar secara konsep, prosedur, maupun argumentasi. Karena itu, buku ini tidak menempatkan AI sebagai pengganti dosen atau sebagai sumber kebenaran final. AI diposisikan sebagai scaffolding adaptif yang perlu diarahkan, diperiksa, dan diintegrasikan ke dalam desain pedagogis yang bertanggung jawab.
Model Human-AI Collaborative Mathematical Inquiry atau HACMI yang dibahas dalam buku ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. HACMI menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif yang menyelidiki konsep, menyusun dugaan, membandingkan strategi, memverifikasi respons AI, memformalkan argumen, dan merefleksikan proses belajarnya. Dosen berperan sebagai learning orchestrator yang merancang alur pembelajaran, menjaga validitas matematis, mengatur penggunaan AI, serta memastikan proses belajar tetap mengarah pada pemahaman konseptual dan penalaran yang sahih.
Buku ini disusun dengan alur yang bergerak dari problematika pembelajaran matematika di era AI, transformasi peran teknologi, landasan filosofis inquiry, teori kolaborasi manusia-AI, prompt engineering, konsep dasar HACMI, sintaks model, sistem sosial, hingga contoh implementasi dan validasi model. Dengan alur tersebut, pembaca diharapkan memahami HACMI sebagai istilah baru dan melihat rasionalitas, fondasi teoretis, dan langkah operasional penerapannya dalam pembelajaran matematika tingkat lanjut.