TATA KELOLA LAYANAN DESTINASI CERDAS BERBASIS SDGs

Rp70.100

Category

Description

Penulis:
Dr. Reno Catelya Dira Oktavia, S.E., M.H
Oktovianus, S.Hut., M.Sc
Adam Rachmatullah, S.Par., M.Sc
Safinah Yulianty Sitania, S.Hut., M.Si

xvi + 135.

15,5 x 23

Buku referensi ini menawarkan kerangka integratif yang menjawab tantangan pariwisata global di era Antroposen dan revolusi digital. Dengan judul Tata Kelola Layanan Destinasi Cerdas Berbasis SDGs, para penulis mengkritisi kecenderungan smart destination yang semata berfokus pada teknologi, lalu menghadirkan paradigma baru: SDGs‑based Smart Destination Service Governance (SDSG). Buku ini membangun fondasi dari konsep destinasi sebagai organisme kompleks yang bernapas data, evolusi kualitas layanan dari mekanistik ke simbiotik, serta pengakuan bahwa daya saing destinasi modern diukur melalui kontribusinya terhadap kesejahteraan komunitas, integritas ekologis, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Secara sistematis, buku ini menguraikan tujuh dimensi layanan dalam ekosistem cerdas (dari infrastruktur cerdas hingga sustainability as a service), arsitektur tata kelola kolaboratif berbasis model Quintuple Helix, serta sistem pengukuran adaptif seperti Dual Satisfaction Index yang menyeimbangkan kepuasan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Disertai studi kasus mendalam (Taman Nasional Komodo, Swiss Alps, Palau) dan roadmap implementasi tiga fase, buku ini juga menyajikan manifesto etis berupa lima sumpah profesional—keseimbangan dinamis, kedaulatan data, inklusi simbiotik, ketangguhan adaptif, dan otentisitas digital—yang diterjemahkan ke dalam kerangka operasional spesifik untuk pemerintah, DMO, pelaku usaha, komunitas, dan akademisi.

Buku ini ditulis oleh tim peneliti dan praktisi pariwisata dari Institut Pariwisata Trisakti serta perguruan tinggi lain, dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan manajemen jasa, ilmu lingkungan, ekologi politik, dan teori sistem kompleks. Diperuntukkan bagi akademisi, mahasiswa, pembuat kebijakan, pengelola destinasi, pelaku UMKM, serta aktivis pariwisata berkelanjutan. Buku ini tidak hanya menjadi rujukan ilmiah tetapi juga panduan operasional untuk mewujudkan destinasi yang cerdas, inklusif, regeneratif, dan berakar pada nilai‑nilai lokal—sebuah proyek peradaban menuju pariwisata masa depan yang lebih adil dan lestari.